obornews facebook
obornews twitter
obornews rss
obornews mobile
TOPIK PILIHAN
RAGAM
Selasa, 01 Jan 2013 18:44 WIB
Seksologi
Kakek 78 Tahun Masih Jadi Bintang Porno
Asakusa, ON - Usia Shigeo Tokuda sudah 78 tahun, kini. Akan tetapi, dia masih tetap melakoni profesinya sebagai bintang porno. Maka, dunia akhirnya memberi julukan kepada pria kelahiran Agustus 1934 ini sebagai, Bintang porno Tertua di Dunia.
Shigeo Tokuda Saat Syuting Sebuah Film Porno (Istimewa)
 
Para penggemar film jenis triple x, terlebih yang gandrung dengan film porno Jepang mungkin tidak asing dengan wajah Shigeo Tokuda. Namun, tahukah Anda, selama bertahun-tahun melakoni profesinya, tak seorang pun anggota keluarganya yang tahu apa pekerjaannya, bahkan sampai kedua cucunya dewasa.
 
Shigeo Tokuda memang sempat merahasiakan kepada istri dan anaknya bahwa dia telah merekam sekaligus membintangi ratusan film porno. Pun kepada anak dan anggota keluarganya yang lain. Sampai pada suatu hari, saat dirinya sedang minum shake di sebuah rumah minum di Asakusa, seseorang menghampiri dirinya untuk minta tanda tangan. Saat itulah isterinya bertanya yang tak dapat lagi dielakkan oleh Shigeo Tokuda.
 
Isterinya memang sangat terkejut dengan apa yang sudah dipaparkannya. "Istri saya memang terkejut, tetapi itu tidak berujung pada pertengkaran. Dia mengerti bahwa ini merupakan bagian dari pekerjaan saya dan dia mempercayai saya."
 
Ketika anaknya tahu apa pekerjaan Shigeo Tokuda, justru isterinyalah yang menjadi penengah dan memberi penjelasan. Shigeo Tokuda mengaku istrinya tidak terlalu risau mengetahui pekerjaan paruh waktu yang dia lakoni. "Istri saya memperbolehkan saya melakukan apa yang saya inginkan saat ini, karena saya sudah pensiun. Dia hanya khawatir dengan kesehatan saya dan mengatakan kepada saya untuk tidak terlalu bekerja keras," jelas Shigeo Tokuda.
 
Pria yang pasih terlihat gagah ini masuk ke industri pornografi sebenarnya hanya untuk sampingan, selain bekerja di sebuah agen perjalanan di Tokyo. Shieo Tokuda mengaku, dia dilirik seorang pembuat film porno ketika pembuat film tersebut melihatnya mencari-cari DVD film dewasa di sebuah toko di Tokyo. "Mereka mengatakan, saya pasti cocok untuk film-film mereka karena katanya saya memiliki wajah yang nakal," papar Shigeo Tokuda.
 
Setelah hanya tampil sebagai figuran dengan bayaran beberapa ratus yen, Tokuda akhirnya mendapat peran sebagai pemeran utama. Akhirnya, dia pun kini bekerja penuh waktu setelah pensiun bekerja di agen travel tujuh tahun yang lalu. Menurut Shigeo Tokuda, dia biasanya dibayar untuk satu film Prohibited Elderly Care senilai US$ 400 dan US$ 500.
 
Meski sempat stroke beberapa tahun lalu, hingga sempat berpikir untuk pensiun, Shigeo Tokuda mengaku tidak mengalami masalah atas tuntutan fisik dalam film-film tersebut. Dia menjaga kebugaran dengan mendaki gunung bersama isterinya. 
 
Dia mengaku hanya dua kali mencoba viagra atas permintaan seorang pembuat film. Namun, obat biru tidak berdampak ketika dia memakainya untuk kedua kali. Mayoritas lawan main Tokuda adalah wanita berusia sekitar 20 tahun. Tokuda tidak merasa kasihan dengan para lawan mainnya. Dia mengaku mayoritas lawan mainnya menerima peran tersebut hanya untuk mendapatkan uang dan beberapa di antara mereka tidak menikmati penampilan mereka.
 
Kendati masih menikmati pekerjaannya, Shigeo Tokuda berpikir untuk pensiun tidak lama lagi. "Saya rasa saya akan berhenti di usia 80 tahun," ujarnya.Lalu, apa nanti yang akan dia kerjakan setelah pensiun? "Saya tidak tahu. Mungkin menghabiskan lebih banyak waktu bersama isteri saya untuk mendaki gunung," ujarnya ringan.


dbs / rayu

BERITA TERKAIT

Sabtu, 22 Des 2012 01:41 WIB
Perempuan Diminta Pakai Kondom
Denpasar, ON - Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali, mendorong kesadaran kaum perempuan memakai kondom untuk ...
Senin, 17 Des 2012 15:59 WIB
Amaranth, Pelatih Seks Ternama Dunia
New York, ON - Setelah bertahun-tahun menikah umumnya, timbul rasa bosan yang menyebabkan hubungan seksual Anda dan ...
BERITA LAINNYA
Jakarta, ON : Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merasa jijik pada warga negara Indonesia yang mendukung Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) baik yang berada di luar negeri ataupun di dalam negeri.
Tokyo, ON Jepang menyumbangkan enam kapal kepada Vietnam guna membantu negara itu meningkatkan kemampuan patroli maritimnya di tengah sengketa wilayah dengan Tiongkok di Laut Cina Selatan.