obornews facebook
obornews twitter
obornews rss
obornews mobile
TOPIK PILIHAN
METRO
Kamis, 31 Jan 2013 13:59 WIB
PKL Tumbuh Subur di Jakarta
Kawasan Wisata Monas jadi Lokasi Berdagang PKL
Jakarta, ON: Semenjak pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, para pedagang kaki lima (PKL) semakin berani menggelar dagangannya di tempat yang dilarang.
-

Tak terkecuali di kawasan wisata Monas, Jakarta Pusat. Jika pada masa Gubernur Fauzi Bowo, pedagang hanya boleh berdagang di lokasi binaan yang ada di dalam kawasan Monas. Namun kini sejak DKI dipimpin Jokowi, baik pedagang keliling maupun PKL berani menggelar dagangannya di dalam kawasan Monas. Tak pelak, keberadaannya mengganggu kenyamanan pengunjung di kawasan wisata tersebut.

Leni (27), seorang pengunjung asal Tangerang Selatan (Tangsel) menuturkan, selain ingin menikmati pemandangan kota Jakarta dari puncak Monas, ia pun ingin menikmati suasana rindangnya pepohonan di kawasan wisata termurah di ibu kota itu. Sayangnya, karena banyaknya PKL yang menjajakan dagangannya, ia pun menjadi kurang merasa aman dan nyaman.

"Pohon-pohon di Monas ini kan masih banyak dan rindang. Kita datang untuk menikmati udaranya. Tapi saat ini kondisinya kelihatan semrawut. Pedagangnya tidak tertata dengan baik," keluh Lena, Kamis (31/1).

Hal yang sama dikatakan Wawan (30). Menurutnya, sudah seharusnya Pemkot Administrasi Jakarta Pusat membina dan mengatur para PKL yang saat ini banyak terdapat di kawasan Monas. "Pedagangnya ada dimana-mana, kita mau olahraga atau santai di Monas jadi terganggu. Kalau seperti ini Jakarta akan malu bila ada orang asing yang berkunjung ke Monas," ujarnya.

Rosid (40), pedagang yang menempati kios di kawasan parkir IRTI mengatakan, pedagang yang ada di dalam kawasan Monas maupun di dalam cawan saat ini sudah sangat meresahkan. Menurutnya, saat ini tidak ada lagi aturan yang jelas terkait para pedagang itu sehingga para pedagang yang sudah lama berdagang di kawasan IRTI Monas mengalami kerugian. "Ya, sudah semrawut sekali, kita yang sudah lama berdagang di IRTI ini jadi berkurang pendapatannya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Arie Budhiman mengungkapkan, keberadaan PKL seharusnya ditata secara teratur. Meski demikian, dirinya mengakui penataan kawasan Monas saat ini masih belum maksimal. Pasalnya, saat ini masih ada beberapa instansi yang menangani kawasan kebanggaan Kota Jakarta tersebut. "Kalau untuk pihak Dinas Pariwisata sendiri, kewenangannya ada di kawasan tugu Monas. Sementara untuk kawasan Monas, kewenangannya ada di Pemkot Jakarta Pusat," jelasnya.

Untuk memaksimalkan penataan kawasan Monas, tambah Arie, rencananya akan dibuat unit pengelola teknis (UPT) khusus. Tujuannya, agar pengelolaan kawasan Monas menjadi jelas dan maksimal. Namun, dirinya belum dapat memastikan kapan UPT khusus tersebut dibentuk. "Saat ini masih dalam proses," papar Arie.

Lebih lanjut Arie mengungkapkan, sebenarnya Jokowi bukan pro terhadap PKL. Namun, katanya, mantan Walikota tersebut tegas terhadap peraturan yang ada. Meski begitu, sambung Arie, semua itu tergantung dari pelaksaan petugas di lapangan. "Sudah ada instruksi yang tegas dari gubernur dalam penanganan PKL. Gubernur ingin petugas tegas dalam menertibkan, tapi hindari cara-cara kekerasan. Beliau bukan pro PKL, tapi tegas terhadap aturan," urai Arie.

Ia berharap, PKL harus harus tertib dengan aturan yang berlaku dan petugas dilapangan dapat konsisten menjalankan apa yang sudah menjadi kewajibannya. "Jika PKL tertib dan mengikuti aturan yang ada, tentunya kawasan Monas yang juga merupakan simbol nasional menjadi nyaman untuk dikunjungi. Selain itu, petugas juga amanah dalam menjalankan tugasnya," ucap Arie.

Pantauan di kawasan Monas, para PKL memang sudah terlihat dari mulai pintu masuk sebelah timur, barat dan yang lain. Bahkan, tidak hanya di dalam kawasan Monas, di dalam area cawan Monas pun banyak pedagang yang menjajakan dagangannya. Di salah satu pintu di depan lift untuk mengantre naik ke puncak Monas pun tak luput dari pedagang keliling.


amin

BERITA TERKAIT

Content not found.
BERITA LAINNYA
Jakarta, ON : Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko disebut media Singapura menyampaikan permintaan maaf terkait penamaan KRI Usman-Harun. Saat dikonfirmasi ulang, ternyata sang jenderal membantahnya. Dia merasa omongannya dipelintir.
Kamis, 17 Apr 2014 15:41 WIB

Pergantian Qanun Aceh

Jakarta, ON: Sudah empat kali pembahasan antara pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dipimpin Mendagri Gamawan Fauzi dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Aceh belum berhasil menyepakati pembahasan evaluasi Qanun Nomor 3/2013 tentang Lambang dan Bendera Aceh.
Kabul , ON : Sebanyak 18 gerilyawan Taliban tewas, sementara tujuh orang lagi cedera dalam operasi militer Afghanistan dalam 24 jam terkahir, kata Kementerian Pertahanan negeri itu, Kamis (17/4).
Jakarta, ON : Seorang bayi ditemukan terlantar di atas kuburan Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat, Kamis malam (16/4/2014). Bayi perempuan yang diperkirakan baru berusia dua hari itu ditemukan sekitar pukul 20.30 wib.