obornews facebook
obornews twitter
obornews rss
obornews mobile
TOPIK PILIHAN
METRO
Sabtu, 20 Okt 2012 18:16 WIB
-
Jokowi Bikin Kecewa 2500 Guru Bantu
Jakarta, ON: Sekitar 2.500 orang guru bantu yang berkumpul di GOR Otista, Jakarta Timur harus menelan kekecewaan, karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang mereka tunggu-tunggu sejak pukul 14.00 hingga 17.00 WIB tampak batang hidungnya.
-
 
 
"Beliau melayat ke (kediaman) Pak Wiyogo Atmodarminto (Gubernur DKI Jakarta 1987-1992). Terus masih ada delapan menteri yang datang ke rumah beliau untuk ngobrol. Bayangkan menteri datang ke rumah gubernur, masak mau diusir," Ketua Umum Forum Komunikasi Guru Bantu DKI Jakarta Saripah Evi Ana dihadapan para guru, Sabtu (20/10) sore. 
 
Salamah Budianti, 42 tahun, salah satu guru panitia mengaku kecewa. "Kecewa. Kecewa banget. Udah paduan suara, nyanyi-nyanyi. Harusnya kan beliau memprioritaskan kami," kata guru bantu TK Eka Darma Santi Ciracas ini.
 
Ida Iriani, 44 tahun, guru bantu TK Islam Asy-Syifa, Makasar, juga merasakan sama. "Kecewa. Kami sudah jadi satgasnya," ucap dia, merujuk pada masa-masa kampanye pemenangan Jokowi.
 
Acara yang digelar guru bantu se-DKI Jakarta siang ini memang merupakan syukuran kemenangan Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta. Semasa pemilukada putaran pertama dan kedua lalu, para guru bantu bersatu mendukung mantan walikota Solo itu. Mereka menyosialisasikan sosok serta visi dan misi Jokowi secara sukarela. Sebagai imbal balik ketika Jokowi terpilih, mereka berharap, diubah statusnya menjadi pegawai negeri sipil.
 
Para guru bantu yang datang siang ini telah bersiap membawa KTP, ijazah, dan SK guru bantu mereka untuk pendataan sebagai PNS. Meski kecewa Jokowi tak hadir, Salamah tetap menyimpan harapan Jokowi ingat janjinya. "Mudah-mudahan dipenuhi," dia berujar. Sedangkan Ida hanya setengah berharap. "Gimana ya, insyaallah yakin (dipenuhi)," dia pasrah.
 
Evi berusaha meyakinkan massa bahwa aspirasi mereka pasti didengar Jokowi. Dia mengandalkan kehadiran Kris Budiharjo, Sekjen Sekretariat Bersama Relawan Jokowi-Basuki sebagai penyambung lidah. "Yang hadir hari ini adalah orang-orang di lingkaran beliau yang insyaallah membawa manfaat bagi kita," ucapnya.
 
Saripah sendiri mengatakan tidak kecewa. Dia bilang, Senin nanti akan menemui Jokowi langsung di Balaikota. "Kami akan menghadap langsung."
 
Guru bantu lain berusaha memaklumi absennya Jokowi. "Ndak apa-apa. Ada orang kepercayaan beliau hadir di sini. Komitmen dia sebelum terpilih, insyaallah saya yakin, janjinya dipegang," komentar Nisa Samirin, 41 tahun, guru bantu SMP Nurul Iman, Komplek Asrama Arhanud VI Jakarta Utara.
 
Seperti Nisa, Eti sunarti, 40 tahun, guru bantu SMP di Tanjung Priok juga berusaha menerima. "Kecewa pasti, tapi kami harus memahami kesibukan beliau sebagai pimpinan nomor satu di Jakarta harus punya tangan sepuluh. Kami harus memaklumi." Dia pun masih menyimpan harapan pada Jokowi. "Keyakinan harus tetap ada walaupun entah berapa yang dia realisasikan," kata Eti.
 
Bagaimanapun, mereka bersiap menghadapi risiko terburuk. "Kalau terjadi enggak diangkat, kami akan punya sikap. Kami akan adakan pendekatan persuasif," Saripah berujar.
 
Berharap Kepada Jokowi
Sebelumnya, ribuan guru bantu se-DKI berharap Gubernur Jokowi memenuhi janjinya semasa kampanye dengan menjadikan mereka sebagai guru tetap. "Kami titip aspirasi 5.891 guru bantu DKI agar dialihkan statusnya jadi PNS secara bertahap," kata Saripah Evi Ana.
 
Saripah menyebutkan, ketika masa kampanye putaran pertama dan kedua, mereka adalah pendukung setia Jokowi. Mereka mensosialisasikan sosok Jokowi beserta program-programnya. "Kami masuk ke pelosok menjelaskan visi-misi. Kami sebagai sukarelawan bekerja keras," cerita Ketua Umum Forum Komunikasi Guru Bantu DKI.
 
Jokowi menjadi tumpuan harapan mereka. Sebab, di antara lima pasang kandidat gubernur, hanya mantan Wali Kota Solo itu yang berani berkomitmen mengubah status guru bantu. "Kami sudah pendekatan kepada semua calon Gubernur DKI. Yang berani berkomitmen dari lima calon gubernur hanya Pak Jokowi," dia melanjutkan.
 
Perjuangan guru bantu untuk diangkat menjadi PNS sudah dimulai sejak 2005. Namun, saat itu Gubernur Fauzi Bowo tidak bisa menjanjikan pengangkatan mereka karena seluruh guru bantu berasal dari sekolah-sekolah swasta, mulai TK sampai SMA. Pengalihan mereka ke sekolah negeri dianggap membuat kapasitas guru berlebih. 
 
Padahal, kata Saripah lagi, berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer, seharusnya pada 2010 semua guru bantu sudah menjadi guru honorer. Namun kenyataannya, sampai 49 kali demonstrasi menuntut perubahan status, belum juga ada hasil. 
 
Dia menjelaskan, proses pengangkatan guru bantu menjadi PNS sebenarnya tidak sulit. "Tidak susah. Tergantung kemauan gubernur." Sebab, mereka semua sudah punya nomor induk tenaga honorer. Gubernur tinggal mengajukan nama para guru bantu ke Badan Kepegawaian Negara, dilanjutkan seleksi administratif untuk menentukan nomor induk pegawai ke Pemerintah DKI Jakarta


iast / tempo / red

BERITA TERKAIT

Senin, 09 Jun 2014 22:44 WIB
Prabowo Tuding Rendahnya Gaji Pegawai Penyebab Korupsi
Jakarta, ON : Kebocoran anggaran dan perilaku korup yang marak di institusi pemerintahan disebabkan oleh rendahnya ...
Senin, 09 Jun 2014 22:37 WIB
JK: Pemerintah Harus Bisa Berikan Kepastian Hukum
Jakarta, ON : Calon wapres RI, Jusuf Kalla, menyatakan bahwa kepastian hukum harus benar-benar ditegakkan bagi seluruh ...
Senin, 09 Jun 2014 22:32 WIB
Jokowi-JK: Mekanisme Pengawasan dan Pelaksanaan Pembangunan Masih Lemah
Jakarta, ON : Sesi kedua debat calon presiden dan calon wakil presiden dimulai dengan pertanyaan bagi masing-masing ...
Senin, 09 Jun 2014 22:28 WIB
Jokowi: Demokrasi adalah Mendengar Suara Rakyat
Jakarta, ON : Joko Widodo (Jokowi) memiliki pemahaman tentang demokrasi yang cukup berbeda dengan yang disampaikan ...
Selasa, 13 Mei 2014 08:14 WIB
Hari Ini, SBY akan Disambangi 2 Capres di Istana
Jakarta, ON: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, hari ini dijadwalkan bertemu ...
Selasa, 13 Mei 2014 08:12 WIB
Hari Ini, SBY Dijadwalkan Bertemu Prabowo - Hatta
Jakarta, ON: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hari ini pada pukul 17.00 WIB akan bertemu Ketua Dewan Pembina ...
Rabu, 07 Mei 2014 16:23 WIB
Pasien Terduga MERS-CoV di Medan Bertambah
Medan, ON : Pasien terduga Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) yang dirawat di Rumah Sakit Umum ...
Rabu, 07 Mei 2014 12:18 WIB
Antisipasi MERS-CoV, Bandara Juanda Pindahkan Terminal Umrah
Surabaya, ON : Pengelola Bandara Juanda di Kabupaten Sidoarjo akan memindahkan pelayanan penumpang jemaah umrah dari ...
Jumat, 25 Apr 2014 13:21 WIB
Mendagri Gamawan Fauzi Siap Diperiksa KPK
Jakarta, ON : Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan kesiapannya diperiksa Komisi Pemberantasan ...
Rabu, 23 Apr 2014 19:55 WIB
KPK: Proyek e-KTP Rugikan Negara Lebih dari Rp 1 Triliun
Jakarta, ON : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek paket ...
BERITA LAINNYA
Kamis, 21 Ags 2014 20:58 WIB

MK Tolak Gugatan Prabowo-Hatta

Jakarta,ON: Gugatan perselisihan hasil Pilpres oleh kubu Praboeo Hatta ditolak oleh Mahkamah Konstitusi(MK).
Kamis, 21 Ags 2014 16:10 WIB

DKPP Pecat Komisioner KPU Dogiyai

Jakarta,ON: Putusan resmi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terhadap pemberhentian komisioner Komisi Pemilihan Umum(KPU) kabupaten Dogiyai Papua.
Jakarta, ON: Informasi dari bbm mesengger terkait bentrok polisi dengan pendukung Prabowo simpang siur dan cenderung hoax. Mulai dari isu tewas tertembak hingga ibu-ibu tewas terinjak-injak.