obornews facebook
obornews twitter
obornews rss
obornews mobile
TOPIK PILIHAN
METRO
Selasa, 28 Mei 2013 18:23 WIB
-
Eksploitasi Gunung Salak untuk Perumahan Ilegal
Bogor, ON: Kawasan gunung Salak Bogor menjadi tujuan baru pemilik vila ilegal mendirikan bangunannya dengan cara mengekploitasi tanah kawasan pegunungan tersebut..
-



 Forum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) DIY Endang Mariani menjelaskan   telah terjadi kerusakan lahan disekitar kawasan Gunung Salak Bogor imbas dari  penebangan pepohonan secara liar, rabu (28/05/2013).

Menurut Endang seperti dikutip rri, maraknya aktivitas penebangan liar yang dilakukan sejumlah oknum dikawasan tersebut turut pula merubah struktur lingkungan sekitar sehingga memantik timbulnya bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang.

"Telah terjadi perubahan struktur lingkungan di Gunung Salak sebagai akibat dari penebangan liar. Dikhawatirkan Gunung Salak dalam sepuluh tahun kedepan tak mampu menyerap dan menahan jatuhnya air hujan dari hulu puncak hingga ke hilir Jakarta,"ujarnya saat ditemui di kaki Gunung Salak Bogor.

Dalam pengamatannya, aksi pengrusakan di kawasan Gunung Salak hingga kini belum dapat terhentikan. Salah satunya yang kini diduga dilakukan oleh oknum pengusaha pemilik lahan garapan berinisial LS (65). Klaim kepemilikan lahan garapan milik pemerintah seluas 5 hektare yang sedianya difungsikan sebagai zona penghijauan kini mulai menjelma  menjadi bentuk bangunan anyar.

Dari penelusuran dilapangan, sejak sebulan terakhir, sebanyak sepuluh pekerja dengan sejumlah alat berat mulai mengerjakan proyek yang juga diduga tak memiliki ijin analisis dampak lingkungan (amdal). Sejumlah pekerja terlihat tengah mengoperasikan buldozer guna meratakan lahan sementara pekerja lainnya tengah sibuk memasang kawat bronjong yang mengitari area lahan sebagai pondasi utama bangunan.

Setali tiga uang, pembangunan proyek tersebut turut menimbulkan persoalan baru bagi warga di dua yakni Desa Sukajaya dan Desa Tamansari. Krisis air bersih dan ancaman tanah longsor menjadi ancaman serius.

"Selain ancaman tanah longsor karena banyak pohon yang ditebang, kami juga mengalami krisis air. Sumber mata air utama bagi ratusan warga desa Tamansari menjadi kering,"ungkap Ketua RT 03 RW 09, Desa Tamansari Suparman.

Ia mengatakan, keberadaan sumber mata air yang berjarak sekitar 20 meter dari proyek pembangunan ilegal itu dialirkan kepada puluhan  pipa milik warga yang memiliki berdiameter hingga tiga inchi.

"Berdampak pula pada pasokan air bagi kami. Saya menduga resapan sumber air bawah tanah telah rusak akibat pembangunan proyek itu,"katanya.

Senada dengan pengakuan Suparman, Tokoh Masyarakat Hindu, Pure Parahyangan Agung Jagatkarta, Made Sadnya pun mengungkapkan hal yang sama. Dirinya mulai kesulitan mendapatkan pasokan air sejak sebulan terakhir. "Pasokan air untuk kebutuhan umat di Pure menjadi terbatas. Sumber mata air telah lama menghidup kami,"imbuhnya.

Lebih lanjut diungkapkan Made, keberadaan sumber mata air yang digunakan untuk kebutuhan umatnya serta ratusan warga Tamansari lainnya diyakini penuh oleh kepercayaanya sebagai sumber mata air yang disakralkan.

 "Menurut kepercayaan kami, sumber mata air (tirte) keberadaanya disakralkan. Banyak umat kami yang mengunjunginya,"paparnya.

Namun demikian, seiring dengan dibangunnya proyek tersebut, akses jalan utama menuju sumber mata air telah ditutup secara sepihak oleh pemilik lahan. "Kami terpaksa memutar arah melewati semak belukar bila ingin menuju sumber air tirte itu. Jaraknya dua kali lipat dari jalan yang biasa dilalui,"akunya.

Aksi pengrusakan lahan yang diduga dilakukan oleh pemilik tanah garapan turut pula berimbas kepada warga lainnya. "Rumah saya yang memang posisinya berada dibawah lokasi proyek itu terkena longsoran material tanah. Pembangunan proyek itu telah banyak menebar dampak buruk bagi warga disini,"terang Ririn.

Menjawab kerusakan lahan yang turut berdampak pula bagi warganya, Kepala Desa Sukajaya, Wahyu mengaku tengah berupaya melakukan koordinasi dengan pihak pemilik tanah garapan tersebut.

"Yang bersangkutan sedang tidak ada ditempat. Secepatnya kami akan selesaikan masalah ini,"kilahnya.

Dirinya berdalih, pembangunan proyek yang dilakukan oleh sang pemilik lahan nantinya untuk kepentingan penghijauan.

"Berdasarkan laporan awal sang pemilik kepada kami lahan tersebut akan digunakan untuk kepentingan penghijauan bukan untuk mendirikan sebuah bangunan anyar,"akunya. Yofri Haryadi


rri / iast

BERITA TERKAIT

Rabu, 23 Apr 2014 19:55 WIB
KPK: Proyek e-KTP Rugikan Negara Lebih dari Rp 1 Triliun
Jakarta, ON : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek paket ...
Rabu, 09 Apr 2014 17:04 WIB
Kim Jong-un Kembali Pimpin Korea Utara
Pyongyang, ON : Kim Jong-un terpilih kembali sebagai pemimpin Korea Utara, kata laporan media pemerintah, saat parlemen ...
Kamis, 27 Mar 2014 13:09 WIB
Mahasiswa Korut Wajib Cukur Rambut Mirip Kim Jong-un
Pyongyang, ON : Jangankan potongan mohawk yang trendi. Para mahasiswa Korea Utara diharuskan mencukur rambut mereka ...
Selasa, 18 Mar 2014 05:35 WIB
Perekaman E-KTP di Kota Serang Baru Mencapai 78%
Serang, ON: Perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kota Serang hingga saat ini baru mencapai 78 persen. ...
Kamis, 13 Mar 2014 03:37 WIB
Rel Ganda Jalur Selatan Cirebon-Purwokerto Segera Rampung
Semarang, ON: Kementerian Perhubungan (Kemhub) tengah membangun rel ganda di jalur selatan Pulau Jawa secara bertahap, ...
Senin, 10 Mar 2014 02:28 WIB
Babak I, Real Madrid Unggul atas Levante
Madrid, ON: Real Madrid berpeluang kembali menempati puncak klasemen La Liga setelah pada babak pertama berhasil unggul ...
Senin, 10 Mar 2014 02:27 WIB
Dipermalukan Wigan, City Tersisih dari Piala FA
Manchester, ON: Sebuah kejutan terjadi di babak perempat final Piala FA. Klub kaya raya, Manchester City tumbang oleh ...
Senin, 10 Mar 2014 02:25 WIB
Penerbangan Jakarta - Malaysia Masih Berlangsung Normal
Tangerang, ON: Maskapai Malaysia Airlines mengklaim bila penerbangan menuju Kuala Lumpur, Malaysia dari Bandara Soekarno ...
Senin, 10 Mar 2014 00:31 WIB
Mendagri: Perekaman e-KTP Tembus Angka 175 Juta
Jambi, ON: Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, dari 191 juta wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik ...
Senin, 24 Feb 2014 12:10 WIB
Konsep Keluarga Kecil Bahagia, Komunikasi
Jakarta, ON - Keluarga kecil bahagia adalah dambaan setiap individu. Untuk menerapkannya, diperlukan berbagai tips dan ...
BERITA LAINNYA
Jakarta, ON : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah empat rumah terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan e-KTP tahun anggaran 2011-2012.
Jakarta, ON : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hari ini, Kamis (24/4) menggelar rapat terbatas Kabinet Indonesia Bersatu II di Kantor Kepresidenan, Jakarta.
Kamis, 24 Apr 2014 15:24 WIB

13 Nelayan Indonesia Ditahan di Darwin

Australia, ON : Sebuah kapal nelayan Indonesia berukuran 20 meter, yang diduga menangkap ikan di perairan Australia, telah ditarik ke Darwin.
Kamis, 24 Apr 2014 10:20 WIB

Kecopetan di Tranj, Semua Penumpang Dirazia

Jakarta, ON : Gara-gara ada kejadian pencopetan, seluruh penumpang di salah satu TransJ jurusan Pulogadung-Harmoni harus rela digeledah. Namun sayang, pelaku ternyata lebih pintar dan berhasil menggondol Galaxy Tab milik seorang mahasiswi.