obornews facebook
obornews twitter
obornews rss
obornews mobile
TOPIK PILIHAN
METRO
Senin, 02 Sept 2013 16:52 WIB
-
Kasus Mutilasi, Benget Situmorang juga Makan Jantung Istrinya
Jakarta, ON : Masih ingat kasus mutilasi dengan pelaku berdarah dingin Benget Situmorang? Benget akan menghadapi tuntutan jaksa pekan depan. Pengacara terdakwa, Edward Sihombing mengatakan seharusnya kliennya tidak dihukum penjara, namun direhabilitasi. Tapi ada pengakuan mengejutkan dari pengacara Benget.
Benget, Pelaku Mutilasi

“Bagaimana kata normal yang dimaksudkan persidangan itu. Dia (Benget) itu makan jantungnya perempuan (Darna) itu, bagaimana kata normal yang dimaksudkan?" kata Edward di Pengadilan Jakarta Timur, Senin (2/9).

Darna Sri Astuti (32), istri kedua Benget ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Bagian tubuh korban mutilasi itu ditemukan di sepanjang ruas jalan tol Jakarta-Cikampek di kawasan Bekasi. Dari sekian banyak potongan tubuh, polisi tidak menemukan organ dalam Darna.

Maka untuk menjelaskan makna kata tersebut, pihak pengacara mengharapkan adanya rehabilitasi terhadap Benget. Sebab, dalam pengakuan Benget di persidangan, mutilasi dilakukannya dengan sadar.

"Hakim harus buat pertimbangan. Saya minta pada petinggi negara, harus direhab. Sebagai orang beragama atau warga negara Pancasila, harus dilihat apa yang harus dilihat dari dia ini," ungkap Edward.

Menurut Edward kondisi kejiwaan Benget labil. Maka penuntut umum seharusnya juga mendengar keterangan saksi ahli yakni psikater independen negara dan menghadirkan saksi ahli dari kepolisian Metro Jakarta Timur yang dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan Benget.

"Harus ada ahli independen, bukan yang dari polisi. Tapi psikater biar jelas kejiwaannya. Kalaupun enggak ditahan, dia direhab dulu lah, bisa 1 tahun (rehab), itu sesuai pasal 44 KUHP," ungkapnya.

Bukti labilnya kejiwaan Benget yang mempelajari ilmu hitam itu dibuktikan dengan adanya pesan terakhir Benget pada sang korban, Dasna. "Ada surat dari benget yang menyatakan 'Tunggulah aku di akhirat'. Ini kan sudah tidak beres," ujar Edward.

red

BERITA TERKAIT

Senin, 09 Jun 2014 22:44 WIB
Prabowo Tuding Rendahnya Gaji Pegawai Penyebab Korupsi
Jakarta, ON : Kebocoran anggaran dan perilaku korup yang marak di institusi pemerintahan disebabkan oleh rendahnya ...
Senin, 09 Jun 2014 22:37 WIB
JK: Pemerintah Harus Bisa Berikan Kepastian Hukum
Jakarta, ON : Calon wapres RI, Jusuf Kalla, menyatakan bahwa kepastian hukum harus benar-benar ditegakkan bagi seluruh ...
Senin, 09 Jun 2014 22:32 WIB
Jokowi-JK: Mekanisme Pengawasan dan Pelaksanaan Pembangunan Masih Lemah
Jakarta, ON : Sesi kedua debat calon presiden dan calon wakil presiden dimulai dengan pertanyaan bagi masing-masing ...
Senin, 09 Jun 2014 22:28 WIB
Jokowi: Demokrasi adalah Mendengar Suara Rakyat
Jakarta, ON : Joko Widodo (Jokowi) memiliki pemahaman tentang demokrasi yang cukup berbeda dengan yang disampaikan ...
Selasa, 13 Mei 2014 08:14 WIB
Hari Ini, SBY akan Disambangi 2 Capres di Istana
Jakarta, ON: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, hari ini dijadwalkan bertemu ...
Selasa, 13 Mei 2014 08:12 WIB
Hari Ini, SBY Dijadwalkan Bertemu Prabowo - Hatta
Jakarta, ON: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hari ini pada pukul 17.00 WIB akan bertemu Ketua Dewan Pembina ...
Rabu, 07 Mei 2014 16:23 WIB
Pasien Terduga MERS-CoV di Medan Bertambah
Medan, ON : Pasien terduga Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) yang dirawat di Rumah Sakit Umum ...
Rabu, 07 Mei 2014 12:18 WIB
Antisipasi MERS-CoV, Bandara Juanda Pindahkan Terminal Umrah
Surabaya, ON : Pengelola Bandara Juanda di Kabupaten Sidoarjo akan memindahkan pelayanan penumpang jemaah umrah dari ...
Jumat, 25 Apr 2014 13:21 WIB
Mendagri Gamawan Fauzi Siap Diperiksa KPK
Jakarta, ON : Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan kesiapannya diperiksa Komisi Pemberantasan ...
Rabu, 23 Apr 2014 19:55 WIB
KPK: Proyek e-KTP Rugikan Negara Lebih dari Rp 1 Triliun
Jakarta, ON : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek paket ...
BERITA LAINNYA