obornews facebook
obornews twitter
obornews rss
obornews mobile
TOPIK PILIHAN
METRO
Kamis, 27 Des 2012 10:13 WIB
-
Gedung Mitra Praja Ancam Ribuan Jiwa PNS DKI
Jakarta,ON: Robohnya atap plafon utama di gedung Mitra Praja Sunter, Jakarta Utara, sudah mulai diperbaiki, Kamis (27/12/2012). Namun usia gedung serta tidak adanya monitoring manajemen gedung menjadikan ancaman buat ribuan PNS DKI Jakarta yang berkantor.
Atap plafon utama gedung Mitra Praja yang roboh
Sebelumnya peristiwa robohnya plafon atap gedung Mitra Praja diduga akibat hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang melanda ibukota Jakarta pada Selasa (25/12) sore mengakibatkan atap plafon berukuran 15x10 meter di lobi Gedung Mitra Praja, Jl Sunter Permai Raya No. 1, Sunteragung, Tanjungpriok, Jakarta Utara, roboh kemarin sore pukul 17.44 WIB. Beruntung pada kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian salah satu petugas teknisi gedung tersebut yang diketahui bernama Wagimin (55) dan Maskur (42) seorang satpam tengah duduk berada di lobi tersebut. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atap plafon. Mendengar suara tersebut, mereka langsung keluar lobi. Sontak saja, tak lama berselang atap plafon lobi seluas 10x15 meter langsung roboh.

"Kejadiannya kemarin sore sekitar jam 05.44. Saya dan teman saya lagi ada di lobi itu, tau-tau denger suara pletak-pletok diatas. Kami langung keluar lobi, dan 5 menit kemudian atap plafon sudah roboh. Beruntung kami keluar lobi, kalau tidak, bisa menimpa kami," ujar Wagimin (55), Petugas Teknisi Gedung Mitra Praja, Sunteragung, Tanjungpriok, Jakarta Utara, Rabu (26/12).

Wagimin menduga peristiwa tersebut lantaran hujan lebat disertai angin kencang dan petir pada Selasa (25/12) sore, sehingga atap plafon tersebut tak kuat menahan getaran. Terlebih, kondisi atap plafon sudah lama dan lapuk. "Tadi malam saya langsung laporkan ke pengelola gedung, dan sudah di foto-foto untuk bukti laporan. Kemarin kan angin dan petirnya besar, sehingga plafon roboh tak kuat menahan getaran," katanya.

Saat ini, lanjut Wagimin, pihaknya tengah membersihkan sisa puing-puing reruntuhan atap plafon tersebut agar para pegawai yang bekerja di gedung yang memiliki 6 lantai ini bisa dilintasi. "Sekarang lagi diberesin dulu, rencananya akan segera diperbaiki tapi saya tidak tau kapan waktunya," harapnya.

Dari informasi, Pengawas Gedung Mitra Praja, Kaslam menuturkan kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sebab, pada saat kejadian kondisi gedung tengah kosong lantaran libur cuti bersama perayaan Natal. "Hari ini saya mau lapor ke UPT Mobilisasi Perawataan dan Pemeliharaan Gedung DKI Jakarta agar atap plafon ini segera diperbaiki. Kerugian pada peristiwa ini sekitar puluhan juta rupiah," tuturnya.

Kaslam menambahkan, gedung ini memiliki 6 lantai, yaitu lantai 1 untuk lobi, lantai 2 dipakai untuk IJLA Aspac kerjasama antar Pacific, lantai 3 untuk Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur), lantai 4 dan 5 untuk transit pegawai Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, dan lantai 6 aula. "Gedung ini milik Pemprov DKI dengan luas tanah sekitar 7.000 meter, luas bangunan perlantai 1.000 meter, dan total luas bangunannya 6.000 meter. Sekarang langsung penanganan pertama dibersihkan dulu puing-puingnya agar pegawai nyaman," jelasnya.

Sementara Bupati Kepulauan Seribu Achmad Ludfi yang berkantor di Gedung Mitra Praja, belum membalas SMS dari obornews.com mengenai pengungsian PNS atau karyawan PNS Kepulauan Seribu akibat robohnya plafon utama gedung Mitra Praja.


bj / iast

BERITA TERKAIT

Rabu, 23 Apr 2014 19:55 WIB
KPK: Proyek e-KTP Rugikan Negara Lebih dari Rp 1 Triliun
Jakarta, ON : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek paket ...
Rabu, 09 Apr 2014 17:04 WIB
Kim Jong-un Kembali Pimpin Korea Utara
Pyongyang, ON : Kim Jong-un terpilih kembali sebagai pemimpin Korea Utara, kata laporan media pemerintah, saat parlemen ...
Kamis, 27 Mar 2014 13:09 WIB
Mahasiswa Korut Wajib Cukur Rambut Mirip Kim Jong-un
Pyongyang, ON : Jangankan potongan mohawk yang trendi. Para mahasiswa Korea Utara diharuskan mencukur rambut mereka ...
Selasa, 18 Mar 2014 05:35 WIB
Perekaman E-KTP di Kota Serang Baru Mencapai 78%
Serang, ON: Perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kota Serang hingga saat ini baru mencapai 78 persen. ...
Kamis, 13 Mar 2014 03:37 WIB
Rel Ganda Jalur Selatan Cirebon-Purwokerto Segera Rampung
Semarang, ON: Kementerian Perhubungan (Kemhub) tengah membangun rel ganda di jalur selatan Pulau Jawa secara bertahap, ...
Senin, 10 Mar 2014 02:28 WIB
Babak I, Real Madrid Unggul atas Levante
Madrid, ON: Real Madrid berpeluang kembali menempati puncak klasemen La Liga setelah pada babak pertama berhasil unggul ...
Senin, 10 Mar 2014 02:27 WIB
Dipermalukan Wigan, City Tersisih dari Piala FA
Manchester, ON: Sebuah kejutan terjadi di babak perempat final Piala FA. Klub kaya raya, Manchester City tumbang oleh ...
Senin, 10 Mar 2014 02:25 WIB
Penerbangan Jakarta - Malaysia Masih Berlangsung Normal
Tangerang, ON: Maskapai Malaysia Airlines mengklaim bila penerbangan menuju Kuala Lumpur, Malaysia dari Bandara Soekarno ...
Senin, 10 Mar 2014 00:31 WIB
Mendagri: Perekaman e-KTP Tembus Angka 175 Juta
Jambi, ON: Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, dari 191 juta wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik ...
Senin, 24 Feb 2014 12:10 WIB
Konsep Keluarga Kecil Bahagia, Komunikasi
Jakarta, ON - Keluarga kecil bahagia adalah dambaan setiap individu. Untuk menerapkannya, diperlukan berbagai tips dan ...
BERITA LAINNYA
Bekasi, ON: Terkait perbedaan daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pemilu Legislatif (Pileg), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menerima tiga kali revisi rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat Kabupaten Bekasi.
Jakarta, ON : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hari ini, Kamis (24/4) menggelar rapat terbatas Kabinet Indonesia Bersatu II di Kantor Kepresidenan, Jakarta.
Jakarta, ON: Pemerintah Rusia ingin pemberitaan media massa, baik cetak maupun elektronik, mengenai krisis politik di Ukraina bisa lebih obyektif. Pasalnya tema pemberitaan yang dilakukan media barat dinilai selalu menyudutkan pemerintaha Presiden Vladimir Putin.
Kamis, 24 Apr 2014 10:20 WIB

Kecopetan di Tranj, Semua Penumpang Dirazia

Jakarta, ON : Gara-gara ada kejadian pencopetan, seluruh penumpang di salah satu TransJ jurusan Pulogadung-Harmoni harus rela digeledah. Namun sayang, pelaku ternyata lebih pintar dan berhasil menggondol Galaxy Tab milik seorang mahasiswi.